amp body
RUMAH KAFE JEMBER sejak 2015Set On New Normal Certified Barista by BNSP LSP KIKOPI yang baik adalah sehitam IBLIS, panas seperti NERAKA, semurni MALAIKAT, dan manis kaya KAMUKarena KOPI kita bisa PINTARKedai kecil serasa rumah sendiri, dikelola dengan senyum serta tawa juga dikawal barista tersertifikasi untuk ngopi, ngobrol atau membahas tentang apa sajabuka setiap hari mulai pk 18.00DALAM PAHIT KOPI TERSELIP MANIS DAN RASA YANG LUAR BIASA
Sampai jumpa nanti 25 Mei 2020 kawan baik
Kami berupaya menerapkan protokol normal baru untuk mencegah covid19 dan menghambat perluasannya di kafe kecil ini.
Postingan populer dari blog ini
Sastra Menyapa Laut Kenduri Sastra Tepi Benua 2025 Dari Getem ke Puger, Gerbang Cerita Pesisir Selatan Telah Terbuka
Oleh
Istono Genjur Asrijanto
-
Sastra Menyapa Laut Kenduri Sastra Tepi Benua 2025 Dari Getem ke Puger, Gerbang Cerita Pesisir Selatan Telah Terbuka Di antara desir angin dan nyanyian gelombang, pesisir selatan Jember tak lagi sekadar garis pantai. Hari ini, Kenduri Sastra Tepi Benua 2025 resmi dimulai, membuka sebulan penuh perayaan sastra, ekspedisi cerita rakyat, dan pertunjukan lintas komunitas di Getem, Paseban, dan Kampung Nelayan Puger Wetan. Diselenggarakan oleh komunitas Srawung Sastra bersama mitra lokal dan akademisi Jember, Kenduri tahun ini mengusung tema “Petuah Ombak, Jejak Gelombang” — bukan sekadar slogan, melainkan kompas yang menuntun kita membaca ulang kearifan pesisir melalui puisi, cerita rakyat, dan karya visual. Sejatinya kami ingin menjadikan pesisir bukan hanya sebagai latar, tapi sebagai sumber narasi, suara, dan harapan,” ujar Gunawan Tri Pamungkas, Koordinator Program. Selama Oktober, Kenduri akan menghadirkan: - Ekspedisi cerita rakyat di lima desa pesisir - Diskusi sastra bersama nelaya...
Obrolan Seru Pelog Temor, Lengger hingga Ludruk Jember, Sebuah Warisan Budaya yang Masih Bertahan
Oleh
Istono Genjur Asrijanto
-
Obrolan Seru Pelog Temor, Lengger hingga Ludruk Jember, Sebuah Warisan Budaya yang Masih Bertahan Oleh: Para Pegiat dan Pelaku Budaya di Warung Kopi Balai RW Institute “Man Leseg dan lenggernya iku kancaku ngopi neng stasiun dan pasar Tanjung, wes!” canda Partu Sukarto* sambil tertawa. Obrolan santai di antara para pecinta seni ini tak hanya sekadar guyonan, tapi juga menyentuh sejarah kesenian lokal yang mulai terlupakan. Salah satunya adalah Gending Pelog Temor—sebuah komposisi musik khas yang diyakini berasal dari budaya Madura, khususnya wilayah Tapal Kuda (Jember, Bondowoso, Situbondo). Uniknya, meski dinamakan “Pelog”, gending ini tetap diiringi gamelan slendro, bukan laras pelog seperti di Jawa. “Pelog Temor itu nama gending kuno yang dikenal orang Madura dari Sumenep hingga Tapal Kuda. Sayang, penciptanya sudah tidak diketahui,” jelas Cak Cid**, menambahkan bahwa setiap daerah punya cengkok (gaya) dan geretan (alur musik) yang berbeda. Menurutnya, Jember Utara menyimpan banyak ...
Obrolan Seni Rupa Kriya di Tapal Kuda
Oleh
Rumah Kafe Jember Online
-
Warung Kopi “Sruput Liar” Obrolan Seni Rupa Kriya di Tapal Kuda Pagi mendung, kopi ngebul, dan obrolan ngawur tapi visioner. Tokoh: - Pak Man: Pemilik warung, seniman pensiunan, suka nyeletuk. - Cak Dul: Tukang las, tapi jiwa seninya liar. - Dek Sastro: Pematung, filosof dadakan. - Man Puger: Provokator ide, suka nglontar istilah aneh-aneh. - Okai Reng Ngodeh: Anak muda penuh semangat, tukang gambar mural. - Kak Jelu: Pendiam tapi sekali ngomong langsung nyelekit. Cak Dul (nyruput kopi raung): “Pak Man, nek seni rupa nang Tapal Kuda iki dibangkitno maneh, jenenge opo sing cocok? Aku usul: Seni Rupa Gak Sedeng! Cocok karo awakmu kabeh sing pikirane wis ora umum!” Pak Man (ketawa): “Lho, lha iyo. Wong seniman kuwi nek waras terus yo ora bakal nemu bentuk anyar. Harus ‘gak sedeng’ ben iso nyipta sing ora umum!” Man Puger (muncul sambil bawa termos): “Tak tambahi: ZONA LIAR KOLEKTIF! Disingkat ZLK, dibaca ZLEK. Koyok suara sendal jepit kecantol paku!” Okai Reng Ngodeh (nyaut): “Masokk ...
Pepatah Jawa Keserimpet Bebed Kesandhung Gelung
Oleh
Rumah Kafe Jember
-
Seri Belajar Petuah Bijak Jawa - Kesrimpet Bebed Kesandhung Gelung Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti terjerat bebed (kain jarit) tersandung gelung (hiasan kepala perempuan yang terbuat dari rambut juga). Secara luas pepatah ini ingin menggambarkan tentang terjeratnya seorang pria pada wanita. Bebed dan gelung dalam masyarakat Jawa adalah identik dengan wanita itu sendiri. Jadi, yang dikatakan sebagai kesrimpet bebed kesandung gelung adalah peristiwa terjeratnya seorang pria (biasanya yang telah berkeluarga) pada wanita wanita lain (bisa gadis, janda, atau ibu rumah tangga). Biasanya pada peristiwa semacam itu si pria bisa tidak berkutik sama sekali (karena telah terjerat dan tersandung) oleh wanita tersebut sehingga kehidupannya menjadi kacau dan serba tunduk pada wanita tersebut. Apa pun yang dimaui wanita itu akan dituruti oleh pria yang terlanjur kesrimpet tersebut. Pepatah ini ingin mengajarkan agar kita semua tidak mudah terjerat oleh hal hal yang nampaknya memang indah...
Ukafe Jember Koffiesta Fun Coffee Cupping #2
Oleh
Rumah Kafe Jember
-
Ukafe Jember Koffiesta Fun Coffee Cupping #2 Supported by ✔️ Meotel Jember by Dafam ✔️ Jember Koffiesta ✔️ Ukafe Jember Info lengkap : https://fb.me/e/2T41BGgQg di bio INSTAGRAM @jemberkoffiesta Sedulur salam Sehattt... poro Sedulur Kopi ayooo Kita Reuni sembari nyicipi Kopine sedulur...✔️✔️🇮🇩🇮🇩 Buat Sedulur Dunia Perkopian Jember dan Sekitarnya... Jember Koffiesta dan Meotel Jember by Dafam mengajak untuk datang di acara Jember fun Cupping✅✅ " Nyicipi Kopine Sedulur #2 "☕☕☕☕ Untuk peserta dan biji kopi dari luar Jember dipersilahkan mendaftar dan berkomunikasi ✅ Pic Ukafe Jember di no +6282142650314 (Ratu) ✅ Pic Jember Koffiesta +62895323141168 (Rumah Kafe Jember/Istono) ✅ INFO via line telepon Meotel by Dafam di no 0331 321 888 Teknis fun cupping tidak berbeda dari yang pernah dilakukan dari Jember Fun Cupping #1, namun ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan terkait protokol untuk mencegah covid19. Kami menyediakan registrasi audiens fun cupping via Google Form...
Kabar Kota Surabaya Madiun 22 November 2014
Oleh
Rumah Kafe Jember
-
Jawa Timur Cocok untuk Investasi Kelautan SURABAYA-MEDIA88NEWS | Gubernur Jatim, H Soekarwo menyatakan Jatim merupakan tempat investasi yang tepat di bidang kelautan. Pasalnya, beberapa komoditi perikanan dan kelautan Jatim kini telah diekspor ke mancanegara dan mampu menambah devisa negara. Saat Konferensi Nasional Pengelolaan Sumberdaya Laut Pesisir dan Pulau Pulau Kecil IX di Surabaya, Rabu (19/11) malam melalui siaran pers Humas Setdaprov, Pakde Karwo mengatakan, komoditi perikanan dan kelautan seperti udang, lele, tuna, rumput laut dari Jatim telah menambah devisa negara. Tahun 2014 mencapai nilai 1,3 M dolar AS atau 27% ekspor kelautan nasional berasal dari Jatim. Dijelaskannya, Jatim telah mengembangkan budidaya tambak udang dan bandeng di wilayah pesisir. Luas areal perikanan budidaya di wilayah pesisir Jatim sebesar 51.292 ha, dengan volume produksi sebesar 177.077 ton. Sedangkan potensi budidaya laut mencapai 134.832 ha dengan nilai produksi sebesar Rp 1,1 tr...
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia International Marketing-Product Executive Needed Mojokerto
Oleh
Rumah Kafe Jember
-
Now Open | Batas Pengiriman aplikasi lamaran paling lambat diterima pada tanggal 26 November 2014 Lowongan Kerja PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia | Mojokerto Lowongan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia - Mojokerto | PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia sebagai perusahaan produsen kertas Indonesia telah beroperasi selama 42 tahun yang mampu mampu menghasilkan produk kertas sebanyak 1.200.000 metrik ton dengan adanya alat konversi kapasitas yang memberikan tambahan sekitar 320.000 metrik ton per tahun. Produk Variasi produk PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia antara lain kertas khusus, kertas karbon, alat tulis kantor, buku latihan, bantalan, spiral, buku bersampul, buku gambar, tas belanja, alat tulis fancy, amplop, file folder dan lain-lain. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan kertas yang mendukung dan mempromosikan penggunaan kertas daur ulang. Kertas daur ulang ini digunakan perusahaan untuk membuat kertas halus dan berbagai produk alat tulis. Dalam rangka mendukung produk yan...
Jejak Warisan Kopi Nusantara: Dari Prasasti Kuno hingga Serat Centhini
Oleh
Istono Genjur Asrijanto
-
Jejak Warisan Kopi Nusantara: Dari Prasasti Kuno hingga Serat Centhini Sejarah kopi di Indonesia, sampai saat ini yang umum diketahui oleh orang adalah kopi pertama kali dikenalkan oleh Belanda pada masa kolonial, tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman kopi dan biji kopi di nusantara ini telah jauh dikenal sebelum datangnya penjelajah asing di Indonesia. Beberapa petunjuk yang ada menunjukkan bahwa tanaman kopi di nusantara telah dikenal sejak lama. Setidaknya semenjak pelaut Indonesia melanglang buana ke andaman, pantai selatan India, Arab, pantai timur Afrika dan Madagascar, kapan waktunya sangat sulit di tebak karena memang tidak ada catatan yang menyebutkan hal itu. Kopi Dalam Prasasti Kopi atau dalam bahasa Jawa kuno dikenal dengan wiji kawah telah disebutkan dalam prasasti Pabuharan yang sayangnya tidak lengkap teksnya serta tidak menyertakan tahun. Prasasti ini adalah tentang penetapan sima atau desa bebas pajak untuk desa Pabu...
Kabar Kota Surabaya Madiun Yogyakarta Jember 13 November 2014
Oleh
Rumah Kafe Jember
-
Paling Lambat Januari 2015 Perppu Pilkada Diputuskan SURABAYA-MEDIA88NEWS | Pada acara Parlimentary Even on MDGs Acceleration an Post 2015 di Surabaya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berjanji Perppu No 1/2014 terkait pilkada langsung dipilih oleh rakyat dan pilkada tidak langsung yang dipilih melalui dewan akan diputuskan pada Januari 2015. Menurut Ketua DPR RI, Setya Novianto di sela-sela acara Parlimentary Even on MDGs Acceleration an Post 2015 di ShangriLa Hotel, Kamis (13/11) mengatakan, DPR RI akan segera melakukan pertemuan bersama pemerintah pada tahun persidangan pertama tepatnya Januari 2015 untuk membahas seluruh surat yang masuk terutama Perppu 1/2014 terkait Pilkada. Dari sidang pertama nantinya akan dilakukan evaluasi dan mudah-mudahan Januari atau Februari 2015 sudah ada keputusan. ‘’Yang pasti pada Januari 2015, kami sudah bisa memberikan keterangan kepada masyarakat terkait Perppu 1/2014 tentang Pilkada. Namun yang pasti setelah adanya islah ini, kami akan memb...


Komentar
Posting Komentar