Postingan

Menampilkan postingan dengan label gempa












RUMAH KAFE JEMBER sejak 2015
Set On New Normal Certified Barista by BNSP LSP KI

KOPI yang baik adalah sehitam IBLIS, panas seperti NERAKA, semurni MALAIKAT, dan manis kaya KAMU

Karena KOPI kita bisa PINTAR

Kedai kecil serasa rumah sendiri, dikelola dengan senyum serta tawa juga dikawal barista tersertifikasi dan menerapkan protokol kesehatan normal baru untuk mencegah COVID-19 dan penyebarannya

buka setiap hari mulai pk 18.00

PAKAI MASKER - CUCI TANGAN - JAGA JARAK - TETAP NGOPI
Temukan kami di Our Story | Instagram | Twitter | Facebook | Google | Maps | WAme

Rumput Yang Berkhasiat Ampuh Adalah Sereh Dapur Bagian 2

Gambar
Rumput Yang Berkhasiat Ampuh Adalah Sereh Dapur Bagian 2 Serai atau sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan. Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya. Sebenarnya sereh tidak hanya berguna sebagai bumbu dapur andalan para puan ketika memasak, kami, di Rumah Kafe sendiri, sereh menjadi salah satu bahan minuman tradisional yang banyak dikenal di Jawa. Sebut saja Teh sereh, Wedang Uwuh, atau Wedang Rempah. Jadi saat diolah menjadi minuman wedang atau yang sejenis, karakter sereh ini menghangatkan badan dan aromanya membuat segar indera penciuman kita. Keampuhan sereh tidak hanya berhenti sebagai bumbu dapur, tetapi lebih jauh dan banyak penelitian menyatakan bahwa sereh dapat meningkatkan daya tahan dan imunitas dari berbagai penyakit degeneratif

Saat Tsunami Terjadi, Hanya Ada Waktu 30 Menit untuk Evakuasi

Gambar
Perlu Pelatihan dan Waspada Tsunami untuk Masyarakat Pesisir Pantai JAKARTA-MEDIA88NEWS | Ketika ada peringatan dini tsunami, namun tsunami besar tidak datang, sebagian dari kita sering menyalahkan sistem yang ada. Mengapa harus ada peringatan dini, hanya bikin panik saja? Bahkan tak jarang banyak yang menyalahkan BMKG, BNPB dan BPBD. Tidak mengapa, itu artinya masih mereka selamat dari tsunami. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, masih jelas ingatan bencana tsunami di Flores pada 12 Desember 1992 yang mengakibatkan 2.150 orang tewas dan hilang. Begitu juga gelombang tsunami di Banyuwangi tahun 1994, dimana ada 238 orang yang tewas. Di Biak tahun 1996 menyebabkan 60 orang tewas dan 134 orang hilang. "Mega tsunami di Aceh tahun 2004 menyebabkan 283.000 orang tewas dan hilang, dan di Pangandaran tahun 2006 ada 600 orang tewas. Memang Indonesia rawan tsunami. Ada sekitar 5 juta jiwa penduduk tinggal di daerah rawan sedang-tinggi dari tsu