Postingan

Menampilkan postingan dengan label bencana












RUMAH KAFE JEMBER sejak 2015
Set On New Normal Certified Barista by BNSP LSP KI

KOPI yang baik adalah sehitam IBLIS, panas seperti NERAKA, semurni MALAIKAT, dan manis kaya KAMU

Karena KOPI kita bisa PINTAR

Kedai kecil serasa rumah sendiri, dikelola dengan senyum serta tawa juga dikawal barista tersertifikasi dan menerapkan protokol kesehatan normal baru untuk mencegah COVID-19 dan penyebarannya

buka setiap hari mulai pk 18.00

PAKAI MASKER - CUCI TANGAN - JAGA JARAK - TETAP NGOPI
Temukan kami di Our Story | Instagram | Twitter | Facebook | Google | Maps | WAme

Protokol Normal Baru Badan POM RI untuk Pencegahan & Penanggulangan COVID-19 Wong Jember Peduli Bencana WJPB

Gambar
Protokol Normal Baru Badan POM RI untuk Pencegahan & Penanggulangan COVID-19 Wong Jember Peduli Bencana WJPB Disadur dari PDF Serba Covid-19 Satgas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Badan POM RI bidang Komunikasi Publik Badan POM silahkan share ya ayo #SiapUntukSelamat ayo #BersiapUntukNormalBaru ayo bersama kita #TerpimpinKemanusiaan ayo #LawanCovid19 Selengkapnya Tentang Video Wong Jember Peduli Bencana

Mojokerto Gelar Apel Siap Siaga Bencana

Gambar
Wakil Bupati Mojokerto Dra. Hj. Khoirun Nissa, Mpd berkesempatan memimpin pelaksanaan apel gelar kesiap-siagaan Gulbencal tersebut yang dihadiri Danrem 082/CPYJ Kolonel Czi Suparjo, Walikota Mojokerto Drs. H. Mas’oed Yunus, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Arm Putranto Gatot Sri Handoyo, Kapolresta Mojokerto AKBP Wiji Suwartini, Kapolres Kab. Mojokerto AKBP Muji Ediyanto MOJOKERTO-MEDIA88NEWS | Musim penghujan memang telah berjalan satu bulan, curah hujan saat ini sedang tinggi termasuk nanti pada saat bulan Januari diperkirakan menjadi puncak musim penghujan kali ini. Mojokerto sendiri, jika dikaitkan dengan kondisi Geografi wilayahnya, maka potensi bencana alam sangat mungkin terjadi baik berupa banjir, tanah longsor, gempa bumi,  gunung meletus dan lain – lain. Menurut Danrem 082/CPYJ Kolonel Czi Suparjo, Korem telah membentuk Satgas Penanggulangan Bencana Alam (gulbencal), dengan Satkorlaknya tergelar disemua Kodim jajaran Korem 082, Setelah menerima penjelasan di Stand Tenda BPBD

Saat Tsunami Terjadi, Hanya Ada Waktu 30 Menit untuk Evakuasi

Gambar
Perlu Pelatihan dan Waspada Tsunami untuk Masyarakat Pesisir Pantai JAKARTA-MEDIA88NEWS | Ketika ada peringatan dini tsunami, namun tsunami besar tidak datang, sebagian dari kita sering menyalahkan sistem yang ada. Mengapa harus ada peringatan dini, hanya bikin panik saja? Bahkan tak jarang banyak yang menyalahkan BMKG, BNPB dan BPBD. Tidak mengapa, itu artinya masih mereka selamat dari tsunami. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, masih jelas ingatan bencana tsunami di Flores pada 12 Desember 1992 yang mengakibatkan 2.150 orang tewas dan hilang. Begitu juga gelombang tsunami di Banyuwangi tahun 1994, dimana ada 238 orang yang tewas. Di Biak tahun 1996 menyebabkan 60 orang tewas dan 134 orang hilang. "Mega tsunami di Aceh tahun 2004 menyebabkan 283.000 orang tewas dan hilang, dan di Pangandaran tahun 2006 ada 600 orang tewas. Memang Indonesia rawan tsunami. Ada sekitar 5 juta jiwa penduduk tinggal di daerah rawan sedang-tinggi dari tsu